Video and Motion Graphics untuk Branding dan Strategi Marketing
Setiap brand yang ingin dikenal secara profesional, tentunya tidak bisa hanya mengandalkan video simpel saja. Oleh karena itu, tren video and motion graphic, bukan menjadi hal baru lagi.
Kombinasi kedua cabang seni tersebut dapat Anda manfaatkan sebagai tools marketing paling efektif. Apalagi jika tujuannya untuk membangun brand awareness dan mendorong konversi secara lebih terukur.
Peran Video dan Motion Graphics untuk Branding
Branding memang tidak hanya sekadar memperkenalkan logo ataupun warna yang menarik pada audiens. Melainkan memberikan experience pada audiens setiap kali berinteraksi dengan konten Anda.
Di sinilah video and motion graphics berperan peran yang sangat strategis. Berikut beberapa peran video dan motion graphic yang perlu Anda ketahui.
1. Membangun Brand Identity yang Konsisten
video ataupun motion grafis membantu brand Anda dalam membangun ciri khas atau bahasa visual yang konsisten di semua touchpoint. Tujuannya adalah agar lebih mudah dikenali daripada kompetitor.
Jenisnya pun beragam, mulai dari iklan TV, konten media sosial, hingga presentasi investor. Konsistensi elemen seperti warna brand, font, dan gaya animasi memperkuat identitas visual secara kumulatif, sehingga audiens bisa mengenali brand hanya dari sepintas melihat kontennya.
2. Aset Jangka Panjang untuk Brand
Video branding yang dibuat dengan motion graphics berkualitas tinggi merupakan aset yang bisa digunakan berulang kali untuk keperluan marketing campaign.
Satu video profile yang bagus bisa tetap relevan selama dua hingga tiga tahun. Investasi dalam produksi yang matang tentunya akan jauh lebih menguntungkan dibanding konten berkualitas rendah yang harus diganti setiap beberapa bulan.
Strategi Marketing Menggunakan Video and Motion Graphics
Memiliki konten yang bagus saja tidak cukup jika tidak memahami brand positioning yang tepat. Berikut beberapa strategi marketing yang dapat diterapkan.
1. Konten yang Menyesuaikan Funnel
Baik video maupun motion grafis dapat diproduksi dengan menyesuaikan setiap tahap dalam marketing funnel. Di tahap awareness, video pendek yang eye-catching di media sosial efektif untuk menarik perhatian audiens baru.
Di tahap consideration dan decision, explainer video yang lebih panjang dengan motion graphics informatif membantu calon pelanggan memahami nilai produk. Video ini dapat Anda tambahkan ke landing page sehingga meningkatkan conversion rate.
2. Mengukur Performa Video Marketing
Platform digital banyak menyediakan data untuk mengukur bagaimana performa video and motion graphics Anda. Mulai dari view rate, click-through rate, hingga completion rate.
Dengan data-data tersebut, tentunya tim marketing Anda dapat lebih mengoptimalkan berapa elemen lainnya. Seperti durasi, gaya visual, atau CTA untuk terus meningkatkan hasil dari setiap campaign secara berkelanjutan.
Saatnya Tingkatkan Strategi Marketing Visual Brand Anda
Jika Anda adalah pemilik brand, sudah saatnya untuk mengoptimalkan penggunaan video and motion graphics. Sudah banyak brand yang menggunakan konten animasi di media sosial mampu meningkatkan engagement berkali-kali lipat, dibanding hanya memproduksi konten biasa.
Referensi: